Friday, February 20, 2026

Orang Bingung


Saya merasa bahwa sepanjang hidup kita selalu diajari untuk patuh, untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, dan untuk dapat disukai oleh semua orang. Apakah ada yang salah dengan itu? Mungkin tidak ada. Toh ketika saya melihat orang yang tidak patuh, tidak dapat menyesuaikan diri, dan berperilaku seenaknya, saya pun merasakan ketidaksukaan terhadap mereka. Dalam batas tertentu, kepatuhan memang membuat hidup bersama menjadi lebih mudah.

Namun belakangan ini saya menyadari satu hal: ternyata banyak sekali orang yang sebetulnya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Banyak orang yang tidak benar-benar tahu mana yang benar dan mana yang salah, atau setidaknya tidak yakin dengan pilihan yang mereka ambil. Anehnya, orang-orang yang tidak tahu ini tetap harus mengambil keputusan, tetap harus menentukan arah, dan sering kali harus mengatur orang lain, padahal mereka sendiri sedang berhadapan dengan ketidaktahuan yang mereka alami.

Orang-orang ini selanjutnya akan saya sebut sebagai orang bingung.

Mereka ada di mana-mana. Dalam organisasi, dalam pekerjaan, dalam keluarga, bahkan dalam diri kita sendiri. Dan saya cukup yakin bahwa Anda pun salah satunya. Bagaimana dengan saya? Saya juga begitu. Oleh karena itu, sebenarnya kita tidak perlu terlalu khawatir. Sekurang-kurangnya kita tidak bingung sendirian.

Masalahnya adalah setiap orang bingung ini tetap memiliki tanggung jawab atas sesuatu, dan sangat mungkin kita adalah bagian dari tanggung jawab mereka. Kita diatur oleh mereka, dinilai oleh mereka, bahkan masa depan kita kadang dipengaruhi oleh keputusan mereka.

Lantas muncul pertanyaan yang agak mengganggu: maukah kita diatur oleh orang bingung hanya karena kita adalah tanggung jawab mereka? Apakah kita pernah meminta menjadi tanggung jawab mereka? Mengapa pula kita berada dalam posisi itu? Atau jangan-jangan justru kitalah orang bingung yang sedang memegang tanggung jawab atas orang lain?

Mungkin pada akhirnya hidup memang tidak pernah diisi oleh orang-orang yang benar-benar tahu. Mungkin sebagian besar dari kita hanya sedang berjalan sambil menebak-nebak arah, sambil berharap keputusan kita tidak terlalu salah. Jika demikian, barangkali yang paling penting bukanlah menjadi orang yang selalu benar, melainkan menjadi orang yang cukup jujur untuk mengakui bahwa kita juga kebingungan.

No comments:

Post a Comment