she is so kind...
she is so smart...
and she is so cute :D hahaha
there is so much reason for me to fall in love with her...
and i cant tell it one by one
i wanna say i'm sorry...
i wanna say i love her...
i wanna say omg she drive me crazyi wanna say oh yeah i wanna say hm hm i wanna say i wanna say i wanna say....oh when i met her...
i can't be myself
i'm just too shy, i'm just too shy, i'm just too shy
hope she know about it... (interlude)
kan kutunggu dirimu di ujung jalan ini.
hingga semua terlihat nyata karena kurasa semua ini bagai fantasi.
Terlalu rumit dan terlalu indah.
hanya satu keyakinan dalam diriku. semua kan menjadi indah pada waktunya.
Sunday, May 6, 2012
About Me
Kelebihan dan
Kekurangan Diri
Pada dasarnya setiap
manusia cenderung untuk mengembangkan dirinya sendiri menjadi lebih baik, lebih
matang dan lebih mantap. Namun kecenderungan seseorang untuk menimbulkan
kemampuannya tidak terwujud begitu saja, tanpa ada upaya untuk pengembangan
kepribadian yang dimilikinya, karena setiap manusia memiliki kemampuan dan
keunikan tersendiri. Sejauh mana kepribadian terwujud sangat
ditentukan oleh seberapa jauh lingkungan mendorong untuk perkembangan terhadap
konsep diri seseorang dan seberapa jauh seseorang tersebut merasa dirinya perlu
belajar agar lebih baik lagi.
Untuk itu penting
diketahui apakah perkembangan pribadi seseorang sudah mencapai tingkat
optimal atau kematangan. Hal ini dapat diketahui dengan cara mengenal
dirinya. Mengenal diri sendiri berarti memperoleh pengetahuan tentang
totalitas diri yang tepat, yaitu menyadari kelebihan atau keunggulan yang
dimiliki maupun kekurangan atau kelemahan yang ada pada diri sendiri.
Dengan mengenal diri sendiri secara tepat akan diketahui konsep diri yang tepat
pula, dengan berupaya mengembangkan yang positif dan mengatasi atau
menghilangkan yang negatif.
Adalah penting bagi
siapapun untuk mampu menjawab pertanyaan siapa aku, apa kemampuanku, apa
kekuranganku, apa kelebihanku, apa perananku, dan apa keinginanku’ yang
seringkali muncul dalam benak manusia yang akan terus mencari arti dari
kehidupannya. Pemahaman Konsep diri menjadi dasar perilaku hidup sehari-hari
yang disadari. Kesadaran dan pemahaman akan dirinya semakin mencerminkan
prinsip hidup dan kehidupannya
Tentu hal
tersebut juga berlaku bagi saya selaku penulis. Rasanya kurang adil bila saya
menilai diri sendiri, namun hal tersebut memang perlu dilakukan sebagai bentuk
evaluasi dan bentuk pencarian sosok atas jatidiri saya sendiri. Saya adalah Tipe manusia Melankolis dan Plegmatis
ini adalah bentuk pencarian jatidiri yang saya lakukan dengan mengikuti tes
kepribadian dan demikian hasil yang saya dapat sebagai gambaran umum tentang
diri saya sendiri.
Tipe melankolis yaitu
tipe yang mempunyai sifat dasar yang
tertutup. Mereka sering mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bersifat
estetis yang mendalam sehingga mereka lebih menghargai seni dibandingkan dengan
perangai yang lainnya. Tipe Melankolik cenderung suka murung dan mudah putus.
Orang Melankolik dilahirkan sebagai orang perfeksionis, sering meremehkan diri
mereka sendiri dan sering merasa melakukan sesuatu dengan kurang baik walaupun
pada kenyataannya produktivitas mereka lebih daripada kebanyakan perangai
lainnya. Mereka adalah orang yang mau mengorbankan diri sendiri, serius, dan
takut akan kegagalan. Mereka mempunyai sifat dasar yang teliti, hidup dengan
tantangan atau visi untuk menginvestasikan hidup mereka, tetapi jarang dapat
menghasilkan sendiri. Tipe melankolik adalah orang yang terobsesi dengan karya
yang paling bagus, yang paling sempurna dan dia memang adalah seseorang yang
mengerti estetika keindahan hidup ini. Perasaannya sangat kuat, sangat sensitif
maka kita bisa menyimpulkan bahwa cukup banyak seniman yang memang berdarah
melankolik. Kelemahan orang melankolik, ia mudah sekali dikuasai oleh perasaan
dan cukup sering perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari adalah perasaan
murung.
Tipe Plegmatik
merupakan orang yang tertutup yang sangat diam, tidak menuntut kalem dan
lambat. Mereka tidak pernah menjadi gelisah membuat malu diri mereka sendiri
dengan meminta maaf untuk segala sesuatu yang telah mereka katakan. Mereka
jarang mengeluarkan ide-ide atau perasaan jika mereka tidak yakin. Mereka tidak
akan melukai atau menyakiti orang lain. Orang plegmatik merupakan orang yang
sangat baik dengan sifat yang bahagia dan menyenangkan. Banyak yang dari mereka
sangat lucu karena mereka mempunyai daya humor. Mereka dilahirkan dengan bakat
diplomat dan pembawa damai, mereka dicintai oleh anak-anak. Orang-orang
Plegmatik merupakan teman yang menyenangkan dan tidak menakutkan, dua dari
kelemahan mereka yang utama adalah rasa takut dan egois, walaupun mereka
menunjukkan sikap ini dengan sangat diplomatis sehingga bahkan beberapa teman
baik mereka tidak mengenal mereka.
Tipe plegmatik adalah orang yang cenderung tenang, dari luar cenderung tidak beremosi, tidak menampakkan perasaan sedih atau senang. Naik turun emosinya itu tidak nampak dengan jelas. Orang ini memang cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik, ia intorspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Kelemahan orang plegmatik adalah ia cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah, sehingga suka mengambil jalan pintas yang paling mudah dan gampang.
Tipe plegmatik adalah orang yang cenderung tenang, dari luar cenderung tidak beremosi, tidak menampakkan perasaan sedih atau senang. Naik turun emosinya itu tidak nampak dengan jelas. Orang ini memang cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik, ia intorspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Kelemahan orang plegmatik adalah ia cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah, sehingga suka mengambil jalan pintas yang paling mudah dan gampang.
Sekiranya tulisan ini dapat membantu pembaca
dan khususnya diri saya sendiri untuk menyimpulkan bagaimana sebenarnya pribadi
saya berdasarkan tulisan di atas. sehingga mampu menilai kelebihan dan
kekurangan yang terdapat dalam diri saya dan mampu mengembangkan
potensi-potensi baik dan menekan seefektif mungkin potensi-potensi buruk di
dalam diri saya ini sehingga bisa memaksimalkan pribadi ini menjadi pribadi
yang lebih baik dan berguna.
CERPENKU : Everyday Is Happy New Year
Tik-tok Tik-tok
jam dinding berdetak, tiap nafas yang kuhela menjadi saksi perjalanan hidupku,
menjadi saksi bahwa sang waktu tanpa lelah terus berlari, tiap detiknya membuat
hatiku tak karuan otakku terasa kacau dan rasanya seperti ada yang hilang.
Tanpa terasa akhir tahun 2011 sudah tepat di depan mata, Aku teringat akan
semua resolusi yang telah kuikrarkan di awal tahun 2011 ini. Adakah diantaranya
yang telah terwujud? Sebagian iya dan sebagian tidak.
Mengingat akhir
tahun semakin dekat otakku mulai berfikir keras, apa yang akan kulakukan untuk
menyambut tahun baru yang akan datang? Beragam rupa ide gila bermunculan di
kepalaku, beterbangan kesana kemari liar dan tak terkendali. Namun tak ada
satupun ide yang membuatku tergugah. Di Tahun baru ini aku menginginkan hal
yang benar-benar baru, tak sekedar perayaan foya-foya dengan segala kesan
glamor dan hura-hura. Aku menginginkan hal yang benar-benar berarti! ya! hal
yang berarti! HAL YANG DAPAT MEMBAWA PERUBAHAN PADA DIRIKU, HAL YANG DAPAT
MEMBUAT HATI YANG TAK KUNJUNG TENANG INI MERASAKAN DAMAI WALAU HANYA SEKEJAP
SAJA!
Kuberfikir dan
terus berfikir, merenung dengan khidmat di tengah kesendirian. Akupun mulai
bertanya pada diri sendiri, “Apa yang sebenarnya aku cari? Apa makna dari
perayaan ini?”, “Mengapa begitu penting bagi sebagian besar dari kita untuk
merayakannya?” Aku muak! Geram, lelah dan jengah dengan perayaan yang seolah
menjadi ritual tahunan ini. “Bila substansi dari perayaan itu adalah untuk
berubah menjadi pribadi yang lebih baik lalu mengapa kita harus menunggu satu
tahun untuk berubah?”, “Bila tujuan perayaan adalah untuk mengevaluasi diri
mengapa harus dilakukan di akhir tahun?”, “bila yang kita inginkan adalah
menentukan akan jadi apa kita di esok hari lalu kenapa harus diadakan perayaan
yang bahkan memori tentangnya seringkali kita lupakan entah kemana di esok
hari…” Mungkin semua itu memang bukan urusanku, tapi entah mengapa terasa
begitu penting dan terasa begitu inginnya aku memikirkan hal yang bagi orang
lain mungkin tidak penting sama sekali ini.
Malam ini
tanggal 31 Desember, setelah penat dan lelah kujalani hari kuputuskan untuk
berendam, merendam semua rasa “lelah”
dan “letih” yang menggelayuti hati, belum lama ku berendam kudengar ada suara
benda terjatuh, “Haha mungkin bingkai Iman dalam hatiku baru saja terjatuh” ucapku
dalam hati. Kemudian aku tersentak, terperanjat! Aku merasa ngeri sendiri dengan ucapan yang
bahkan sebenarnya tidak sampai keluar dari mulutku itu. Karena penasaran aku
pun segera menyelesaikan kegiatan berendamku dan mencari benda apa yang sebenarnya
baru saja jatuh itu.
Ternyata benda
itu adalah Handphoneku yang terjatuh dari meja tempat dimana seharusnya ia
berada, Handphoneku bergetar dan Layarnya berkelap-kelip ternyata ada Telepon
dari temanku, Kuangkat dan tak lama kami bercakap aku katakan “oke gue langsung
ke lokasi coy!” teman-temanku mengajakku pergi ke taman kota untuk merayakan
pergantian tahun, melepas penat dan cari hiburan ucap mereka mengiming-imingiku.
Akhirnya
“Ritual” pergantian tahun itu kulakukan juga. berpesta di taman kota, bersama
teman-temanku kulalui malam yang panjang ini dengan berhura-hura, kulihat
anak-anak muda berpesta, bertebaran pula muda-mudi menjalin cinta, sepertinya
mereka begitu menikmatinya, akupun pernah mengalami masa seperti mereka sebelum
akhirnya kisah cintaku berantakan dan kuputuskan untuk menjadi seorang
single-fighter, yah whatever aku disini cari senang biarlah mereka “sibuk
sendiri” namun ada hal yang membuatku masih penasaran, tak kunjung kudapatkan apa
yang kuharapkan. Tak ada semangat perubahan, tak ada ketenangan bagi jiwa yang
terasa kering ini, yang ada hanyalah euphoria sesaat yang kemudian hilang
seperti yang selalu terjadi selama ini.
Ingin ku kembali
ke masa dimana aku tak memikirkan apapun, dimana hidup terasa begitu mudah dan
kebahagiaan begitu sederhana bisa didapat hanya dengan sebuah senyuman. Masa
kecilku! Masa kanak-kanakku! Ya, mungkin aku memang belum siap untuk menjadi
dewasa entah mengapa aku begitu ingin kembali menjadi anak-anak, akupun mulai
mem-flashback masa laluku, terlintas beberapa fragmen indah kisah hidupku
hingga akhirna ada satu fragmen yang menghantamku, rasanya tepat di wajahku! Membuatku
begitu malu akan diriku kini.
Teringat masa
kecilku, teringat akan nasihat guru mengajiku dahulu “Nak, Jadilah orang yang
beruntung. Yaitu orang yang di hari ini mampu menjadi lebih baik daripada hari
kemarin” samar-samar kuingat wajah beliau yang begitu lembut dan selalu
diiringi dengan senyum simpul yang membuat wajahnya seolah bercahaya. Tersentak
dan terguncang rasanya tubuhku, samar-samar kurasakan energi yang mengalir
dalam laju darahku. Sepertinya telah kutemukan apa yang sebenarnya ku inginkan.
Mungkin terlalu jauh selama ini aku mencari arti untuk hidupku, ternyata
ketenangan dan semangat yang selama ini kucari sebenarnya telah lama tersimpan
di halaman belakang kehidupanku. “Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah telah
kau berikan hambamu ini petunjuk, telah Kau beri pencerahan dalam hati hamba-Mu
ini Ya Allah”
Kini rasanya tak
perlu lagi kulakukan perayaan yang tak berarti, bila yang kita cari adalah
semangat kehidupan dan ketenangan qalbu maka kita bisa mengevaluasi diri dan
berubah menjadi lebih baik setiap hari. Tak perlu lagi “ritual” tahunan untuk
menyambut Tahun Baru, Aku bisa merayakannya setiap hari bila kumau. Karena
sesungguhnya yang kita cari selama ini adalah ketenangan bagi jiwa dan semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Everyday Is A New World! Everyday Is Happy New Year... :)
CERPENKU : Darah Kami untuk Tanah Kami
Kulihat
tentara Zionis itu bergerombol dan menuliskan sesuatu pada reruntuhan dinding
rumah warga, mereka terlibat dalam pembicaraan bertempo tinggi seolah-olah
membicarakan hal yang penting. Setelah mereka selesai lalu mereka berjalan
dengan angkuhnya, berpatroli dengan gaya mengintimidasi yang sombong dan
pongah, seolah-olah mereka adalah penguasa atas tanah kami, seolah-olah
merekalah yang menentukan hidup dan matinya kami.
Cuaca
hari ini kering dan terik, seperti hari-hari yang telah lalu, sekering
airmataku yang telah habis karena kehilangan keluarga dan sahabat-sahabatku
yang telah syahid, Bangsa Zionis itu dengan ganas dan biadab menyerang kami
dari segala sisi, mereka bahkan lebih
senang melihat kami anak-anak palestina cacat, membiarkan kami hidup dalam
derita, dan membuat kami hidup dalam ketakutan dari terror yang mereka buat.
Namun itu semua takkan melemahkan kami sedikitpun, kami takkan kalah, digempur
sejak berdirinya negeri zionis itu tak membuat kami takut, kami masih hidup, kami
masih ada dan kami masih mampu untuk melawan. Meskipun hanya dengan bermodalkan
segenggam batu, maka kami takkan pernah berhenti melawan.
Jauh
fikiranku menerawang, aku tersadar tentara zionis itu telah pergi menjauh,
kudekati dinding itu “Kami takkan berhenti sampai disini” tulisan itu rasanya
menohok ulu hatiku. Kuingat kemarin malam mereka baru saja melancarkan
serangan, membantai warga yang tak berdosa dengan membabi-buta. Memang
keganasan dan kebiadaban zionis sudah melegenda, mereka bahkan membunuhi para relawan
bantuan kemanusiaan dan bahkan wartawan yang dilindungi oleh hukum
internasional. Lalu kami? Kami yang menjadi sasaran utama mereka sudah tentu
mereka hancurkan tanpa sedikitpun belas kasihan. Dan mereka dengan sombongnya
menulis “Kami takkan berhenti sampai disini” persis seperti yang difirmankan Allah
dalam Al Qur’an bahwa Orang yahudi tak akan rela hingga kita mengikuti mereka.
Namun aku percaya bahwa kemenangan akan menjadi milik kami Umat Muslim
sebagaimana yang telah Allah janjikan.
Tulisan itu menunjukkan bahwa
sepertinya malam ini mereka akan kembali melancarkan aksinya, biasanya mereka
melakukannya pada waktu larut malam, ketika kami telah tertidur, di tengah
ketidaksiapan kami dan dengan segala senjata dan teknologi yang mereka miliki,
kesempatan kami melawan kian kecil saja. Namun semua itu tak menyurutkan
tekadku untuk melawan mereka. Aku dan kawan-kawanku telah mempersiapkan
serangan balasan bagi para tentara zionis itu. Rencananya siang ini kami akan
melakukan konfrontasi pada para tentara patroli itu. biasanya tentara yahudi
yang berpatroli di siang hari berada kurang sigap karena merasa takkan ada yang
berani menyerangnya.
Namaku Husein, usiaku baru 18
tahun, aku adalah anggota kelompok perlawanan, kami bergerak di bawah
tanah, kami memiliki organisasi yang
tersusun rapi dan kami memiliki senjata yang cukup mampu diandalkan untuk
memberikan perlawanan. Hari ini aku tengah bertugas sebagai mata-mata. Aku
menyamar sebagai warga biasa dan mengawasi pergerakan para tentara zionis itu
dan terus memberi kabar pada kawan-kawanku yang telah bersiap-siap memberikan
kejutan pada para tentara yahudi itu.
Waktu menuju penyerangan pun semakin dekat, darahku berdesir semakin
kencang. Aku sangat siap untuk melihat malaikat maut menjemput nyawa 10 tentara
yahudi yang tengah berpatroli itu, mencabuti jiwa-jiwa mereka yang busuk itu
dari bumi ini, dan kemudian melemparkannya ke neraka jahannam.
Begitu kurasa tepat untuk
melakukan penyerangan akupun memberikan pesan kode melalui telepon genggam yang
kubawa, akupun berlari dan bergegas masuk ke salah satu rumah warga yang
merupakan pintu masuk ke markas bawah tanah kami. Disana telah ada Khalid yang
telah mempersiapkan senjata untukku, ditengah kesibukanku mempersiapkan diri
diatas sana telah terdengar baku tembak antara tentara Yahudi Laknatullah itu
dengan kawan-kawanku tentara perlawanan. Setelah melihat aku siap Khalid pun
memimpin pembacaan do’a untuk keselamatan kami, kulihat ada Hamzah, Yazid, dan
Yusuf juga disini.
Kami pun bergegas keluar dari
persembunyian dan mengkonfrontasi para tentara Zionis itu. Di tengah
kebingungan mereka akan serangan sembunyi-sembunyi dari kawan-kawanku yang
telah lebih dulu menyerang. kini mereka dihadapkan dengan konfrontasi
terang-terangan. Kulihat 3 dari mereka telah tergeletak di tanah, maka tinggal
ada 7 tentara lagi yang harus kami habisi. Semangatku memuncak, aku telah siap
untuk menyerahkan Jiwaku di Jalan Allah, aku sangat siap untuk Syahid batinku
dalam hati.
Senapan kami mulai memuntahkan
timah panas dari moncongnya, menyalak dengan gagah untuk menegakkan keadilan di
atas tanah kami. Kulihat Hamzah
dengn gagah berani maju dan menembakkan senjatanya, “Dor, Dordordor, Dor”
Rentetan peluru yang dimuntahkan senapan AK-47-nya menciutkan nyali para tentara
Zionis itu, langkah agresif Hamzah membuatku khawatir, dia memang bernyali
besar meskipun berkali-kali hampir menemui ajalnya namun dia tetap saja
selamat. Satu tembakan lagi dari senapannya dan rubuhlah satu tentara zionis
itu, kulihat para tentara zionis itu lari tunggang-langgang mencari
perlindungan, namun Hamzah tanpa takut mengejarnya dan menyemburkan semua isi
senapannya dan menjatuhkan 2 lagi tentara Yahudi, Hamzah yang praktis sudah
kekurangan amunisi kemudian mundur sambil mengisi senapannya dan memberikan
kesempatan bagi kami untuk menyerang.
Khalid
yang pandai berstrategi kemudian memberikan arahannya pada kami dan memberi
komando pada kami, dia yang begitu faham seluk beluk medan ini telah
memperkirakan dimana para tentara Yahudi itu bersembunyi Dia membagi kami dalam
dua tim dan menginstruksikan kami untuk mengambil jalan memutar sehingga
mendapat keuntungan untuk menyerang tentara yahudi dari belakang. Sesuai
perkiraan Khalid tentara yahudi itu berlindung di balik rumah warga di
persimpangan jalan. Tanpa basa-basi kami-pun menghabisi mereka di tempat.
Namun
ternyata mereka telah memanggil bala bantuan dan kulihat ada Helikopter yang
mendekati zona tempur kami, kami pun mengendurkan serangan dan mengambil
langkah mundur. Semua berjalan lancar hingga tiba-tiba Hamzah ambruk, dadanya
tertembus timah panas yang entah darimana asalnya. Dalam kondisi panik kami mencoba menyelamatkan Hamzah dan
membawanya ke persembunyian kami. Namun di ujung jalan kulihat ada tentara yahudi
dalam formasi tempur. Kulihat ada sekitar 15 tentara Yahudi yang sepertinya
merupakan tentara bantuan dari rekan mereka yang telah kami habisi. Khalid
kemudian mengarahkan agar aku dan Yusuf pergi menyelamatkan Hamzah sebelum
keadaannya semakin buruk. Sementara dirinya dan Yazid menjadikan diri mereka
sebagai umpan sebelum tentara Yahudi itu berpencar dan mempersulit keadaan.
Sementara itu teman-teman kami yang menyerang secara sembunyi-sembunyi mulai
melancarkan serangan secara frontal.
Ditengah
gaduh desing peluru kulihat Yazid telah syahid, kepalanya tertembus peluru,
sementara Khalid masih berusaha melawan para tentara Yahudi dan mengalihkan
perhatian mereka. Disaat aku telah dekat ke persembunyianku kemudian ada angin
yang berhembus kencang, menerbangkan debu dan pasir ke berbagai arah, mataku
perih perasaan buruk pun menggelayutiku, ternyata helikopter Yahudi telah menemukan
kami, maka kami pun harus mencari pintu lain agar persembunyian kami tidak
diketahui musuh, sementara kami berfikir keras dan berlindung. Helikopter itu
menembakkan pelurunya dan menebar terror bagi kami, ditengah kebingungan itu
kulihat Khalid mendekat, rupanya ia telah kerepotan juga meladeni para tentara
Israel itu.
Keadaan
Hamzah makin kritis, sementara tentara Israel nampaknya semakin mendekat, dan
Helikopter yang menggentayangi kami semakin memperburuk keadaan, maka kami
mengambil langkah nekat, kami akan memasuki pintu persembunyian terdekat dengan
resiko tempat persembunyian kami akan diketahui musuh, namun demi keselamatan
kami semua maka kami ambil keputusan itu. Kami berlari sambil menggotong tubuh
Hamzah, namun Helikopter yang telah menanti kami keluar dari persembunyian
dengan sigap menembakkan pelurunya, aku terjerembab, nafasku kian berat, semua
menjadi gelap dan hanya ucapan “Laa ilahailallah” dari bibirku yang
dapat kudengar, dalam hati kuberdo’a semoga Yusuf dan Khalid berhasil dan dapat
menyelamatkan Hamzah. Hari ini aku bahagia, aku akan bertemu kekasihku
Rasulullah Muhammad SAW dan semua keluargaku muslimin dan muslimat. Kini aku
telah Syahid, dan saksikanlah aku meninggal sebagai seorang muslim. Darah kami
untuk Tanah kami. ALLAHU’AKBAR!!!
ALLAHU’AKBAR!!! ALLAHU’AKBAR!!!
Imagination
Merasa sebagai seorang pemimpi, yup that's me :) kemudian mencari dan terus mencari bentuk mimpi, ternyata aku masih terpaku, imajinasiku masih kaku, lalu mengapa? semua ini tak lain karena ketakutan terbesarku, ketakutan ditolak dan ketakutan diabaikan. That's why i always thinking "is it possible?" nah those kind of thing kill my imagination. Sewaktu googling tentang Wunderwaffe barulah aku sadari imajinasiku begitu kecil, lemah, dan terkekang. From now I have to free my mind, learn harder, and catch my dream :) Realizing my own dream make it true.
Wednesday, May 2, 2012
Surabaya, 2 Mei 2012
Kembali menulis di blog yang kini sudah usang. semoga tulisan ini mampu menjadi air yang kembali menghidupkan blog yang hampir mati ini, seperti jiwaku yang hampir mati dicabik oleh kerasnya hidup.
Sebatang rokok garpit kusulut, kuhisap dan kubuang asapnya yang memenuhi rongga dada, perih asapnya yang mengepul dan hinggap dimata menggambarkan perasaanku akan semua hal yang seolah nyata dan menjadi bagian hidupku.
Untuk mampu bertahan hidup dan menjadi sukses adalah kewajiban bagi setiap manusia, bukankah itu hanya sebuah pilihan? ya memang hanya pilihan! tapi coba tebak siapa yang ingin memilih untuk menjadi gagal dan miskin? TIDAK ADA! betul kan? :) adalah realita bagi seorang mahasiswa teknik untuk menghitung dan menghitung, mempertimbangkan resiko, memperkirakan hasil, dan menjabarkan hal sepasti mungkin. Semester ini aku sibuk menghitung perkiraan IP-ku dan hasilnya maksimal 3,06 dengan minimal tak terhingga! inilah hidupku, mungkin inilah realita hidup kita.
Tunggu! apakah nilai itu adalah realita kita? kita kembali ke zaman kegelapanku dulu, zaman SMA, jaman-jamannya UN nih hehe :p 2 minggu yang lalu adik-adikku tercinta anak SMA juga baru pada selesai UN looh :D *kembali ke mode serius... nah bukan rahasia bagi kita yang mengalami zaman tersebut untuk mengetahui bahwa tanpa usaha keras pun kita bisa lulus UN dengan segala fasilitas cheat layaknya sebuah game! betul kan? lalu orang-orang yang punya kompetensi, orang-orang yang berusaha jujur dan malah hancur hidupnya karena tidak lulus UN dan malah hilang kepercayaan serta idealismenya akan keadilan karena UN apakah itu karena mereka terlalu naif? inilah kenyataan kita dimana nilai seolah-olah menjadi kenyataan kita yang sebenarnya, seolah-olah menjadi penentu hidup dan matinya kita. Satu hal yang masih aku yakini, bahwa akan ada lebih dari satu jalan menuju kesuksesan.
Nah, segala fikiran yang terlintas kemudian mengepul seperti asap rokok yang kuhembuskan ke udara di tengah temaram lampu teras. sambil mengutuki diri aku berdo'a "Tuhan, aku tidak mau mati tidak berguna, izinkanlah aku bertaubat, izinkanlah aku mati sebagai martir atau pahlawan" lalu aku ingat aku bukan perokok dan juga tidak diperbolehkan untuk merokok.
pluk, zrak zrak zrak, lalu rokok itupun mati dibawah injakkan kakiku...
Aku bukan putih, tidak pula ingin menjadi hitam.
Hanya seorang anak yang bermimpi, tuk jadi pahlawan di dunia yang kian kelam.
Bila hidup bisa memilih, mungkin tak akan ada yang ingin dilahirkan
Begitu juga Adam, mungkin ia tak pernah ingin diciptakan
Namun semua adalah kehendak Tuhan,
Sebagai hamba kita berbakti, sebagai utusan kita harus berarti!
Seperti yang Chairil Anwar katakan dalam sajaknya
Sekali berarti, Sudah itu mati
-untuk mereka yang selalu mencintaiku, maafkan bila aku sering mengecewakan kalian, jangan berhenti mencintaiku, aku bukan apa-apa tanpa kalian :)
Subscribe to:
Posts (Atom)





