Friday, February 20, 2026

Orang Bingung


Saya merasa bahwa sepanjang hidup kita selalu diajari untuk patuh, untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, dan untuk dapat disukai oleh semua orang. Apakah ada yang salah dengan itu? Mungkin tidak ada. Toh ketika saya melihat orang yang tidak patuh, tidak dapat menyesuaikan diri, dan berperilaku seenaknya, saya pun merasakan ketidaksukaan terhadap mereka. Dalam batas tertentu, kepatuhan memang membuat hidup bersama menjadi lebih mudah.

Namun belakangan ini saya menyadari satu hal: ternyata banyak sekali orang yang sebetulnya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Banyak orang yang tidak benar-benar tahu mana yang benar dan mana yang salah, atau setidaknya tidak yakin dengan pilihan yang mereka ambil. Anehnya, orang-orang yang tidak tahu ini tetap harus mengambil keputusan, tetap harus menentukan arah, dan sering kali harus mengatur orang lain, padahal mereka sendiri sedang berhadapan dengan ketidaktahuan yang mereka alami.

Orang-orang ini selanjutnya akan saya sebut sebagai orang bingung.

Mereka ada di mana-mana. Dalam organisasi, dalam pekerjaan, dalam keluarga, bahkan dalam diri kita sendiri. Dan saya cukup yakin bahwa Anda pun salah satunya. Bagaimana dengan saya? Saya juga begitu. Oleh karena itu, sebenarnya kita tidak perlu terlalu khawatir. Sekurang-kurangnya kita tidak bingung sendirian.

Masalahnya adalah setiap orang bingung ini tetap memiliki tanggung jawab atas sesuatu, dan sangat mungkin kita adalah bagian dari tanggung jawab mereka. Kita diatur oleh mereka, dinilai oleh mereka, bahkan masa depan kita kadang dipengaruhi oleh keputusan mereka.

Lantas muncul pertanyaan yang agak mengganggu: maukah kita diatur oleh orang bingung hanya karena kita adalah tanggung jawab mereka? Apakah kita pernah meminta menjadi tanggung jawab mereka? Mengapa pula kita berada dalam posisi itu? Atau jangan-jangan justru kitalah orang bingung yang sedang memegang tanggung jawab atas orang lain?

Mungkin pada akhirnya hidup memang tidak pernah diisi oleh orang-orang yang benar-benar tahu. Mungkin sebagian besar dari kita hanya sedang berjalan sambil menebak-nebak arah, sambil berharap keputusan kita tidak terlalu salah. Jika demikian, barangkali yang paling penting bukanlah menjadi orang yang selalu benar, melainkan menjadi orang yang cukup jujur untuk mengakui bahwa kita juga kebingungan.

Saturday, August 17, 2013

68 Tahun Indonesia Dilihat dari Kacamata Komunisme, Sebuah Renungan Kondisi Ekonomi Bangsa

Bismillah, tulisan ini hanya bersifat opini semata, bukan bermaksud untuk memprovokasi atau mencari sensasi, bila dalam tulisan ini terdapat kesalahan mohon dimaklumi dan saya sangat terbuka untuk menerima kritik. Terimakasih

Definisi-definisi:
Komunisme : Faham yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Frederich Engels dalam buku Manifest der Kommunistischen, Sebuah buku fenomenal yang mempengaruhi pemikiran pemimpin dunia. Buku ini merupakan buah fikiran dari ketidakpuasan terhadap sistem ekonomi kapitalis yang diperkenalkan oleh Adam Smith, dan kritik terhadap kondisi sosial akibat revolusi industri di eropa.
Komoditas : Sesuatu yang memiliki daya guna dan daya jual.

____________________________________________________________________________________________

Dalam perkembangan kehidupan manusia untuk mempertahankan hidupnya manusia awalnya berburu dan bersifat nomaden, namun kondisi ini nampaknya melelahkan dan kemudian manusia mulai menemukan cara memproduksi kebutuhan mereka melalui cara bercocok tanam sehingga pada gilirannya manusia mulai menetap di suatu tempat. Perkembangan terus terjadi, tiap induvidu memiliki kemampuan yang berbeda dan terjadilah spesialisasi, kebutuhan pun terus berkembang yang kemudian melahirkan sistem barter. Tentu saja hal ini terjadi karena tidak mungkin petani memakan beras setiap hari, keperluan asupan protein juga perlu dipenuhi dan cara termudah adalah dengan menukarkan komoditasnya dengan peternak yang memiliki daging dan membutuhkan beras. Inilah yang disebut sebagai "the double coincidence of wants". Sistem barter ternyata menimbulkan masalah baru, yaitu sulitnya tercapai kesepakatan akan nilai suatu barang. Ketidakpuasan ini pada akhirnya melahirkan mata uang yang pada mulanya berbentuk kerang, kemudian beralih ke logam mulia, dan kemudian menjadi mata uang kertas seperti yang kita gunakan saat ini. Penemuan uang memicu revolusi ekonomi dimana harga barang bisa ditentukan, kemudian revolusi industri semakin memicu pertumbuhan ekonomi. dengan segala modernisasinya industri berjalan dan menghasilkan produk yang tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan bagi produsennya sebagaimana terjadi di zaman dahulu, tetapi dengan biaya pembuatan yang dapat ditekan seminimal mungkin karena meningkatnya efektivitas maka produk yang dihasilkan pun bisa lebih banyak dan orientasinya tidak lagi sekedar memenuhi kebutuhan tetapi orientasinya bersifat komersil.

Segala kemajuan industri nyatanya tidak menyelesaikan masalah. Dibalik meningkatnya efektivitas, menurunnya  biaya produksi, dan melimpahnya ketersediaan komoditas, terbentuk masalah baru yang tak dapat dihindari. Industri bagaimanapun juga memerlukan teknologi, alat produksi, dan tenaga kerja, yang justru hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang memiliki modal. Pemilik modal adalah orang-orang yang paling berkepentingan dengan hasil penjualan, dengan prinsip memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya dan menekan biaya hingga sekecil-kecilnya, mereka akan mencoba mengurangi biaya produksi, mulai dari bahan baku hingga upah tenaga kerja. serta mereka juga akan berupaya meningkatkan harga jual produk mereka dengan berbagai macam cara juga, dengan mengiklankan produk mereka bahkan tanpa segan membatasi jumlah produk yang berada di pasaran. Sementara kaum pekerja (proletar) yang (biasanya) tidak memiliki modal dan alat produksi secara otomatis hanya akan menggantungkan hidup mereka pada upah mereka yang berdasarkan jam kerja, dengan kata lain mereka hanya menjual tenaga mereka yang pada akhirnya habis dieksploitasi untuk mendapat upah yang justru kemudian dikeluarkan untuk membeli barang hasil industri yang notabene menguntungkan pemilik modal.

Disini jelas sekali ada ketidakadilan dimana pemilik modal bisa dengan mudah dengan alasan kepentingannya, mengontrol jumlah barang yang ada di pasaran untuk menjaga kestabilan harga komoditas sehingga tetap berada dalam range keuntungan maksimalnya. sedangkan pekerja hanya bisa membeli barang di pasaran sesuai harga yang berlaku, dan bila mereka berhenti bekerja mereka tidak akan mendapat upah dan keberadaannya tersingkirkan oleh pekerja yang lain. Dalam kasus paling ekstreme misalnya seorang pemilik modal akan membuang kelebihan produk atau menahan suplai produk ke pasaran demi menarik keuntungan sebesar-besarnya. Karena dianggap terjadi kelangkaan maka harga barang menjadi tinggi dan hanya sedikit orang saja yang bisa membelinya. Akibatnya banyak orang yang menderita bila hal ini terjadi pada komoditas-komoditas penting seperti sembako. Ironi lain adalah banyaknya makanan kemasan yang dibiarkan kadaluarsa, padahal di luar sana banyak orang kelaparan. Alasannya orang-orang kelaparan itu tidak mampu menembus harga yang ditetapkan untuk makanan kemasan tersebut. jadi saya simpulkan harga komoditas lebih penting (bagi pemilik modal) daripada nyawa manusia lainnya. Ketidakpuasan terhadap kondisi sosial-ekonomi tersebutlah yang memicu lahirnya komunisme, paham yang menuntut peniadaan kelas, semua kepentingan ekonomi adalah untuk bersama, dan menjunjung sama rata sama rasa. Dalam perkembangan penerapannya yang lebih ekstrim maka penyetaraan dan penghapusan kelas tidak hanya diaplikasikan pada masalah ekonomi saja, namun meluas ke masalah sosial dan religi.

Lalu apa hubungannya dengan Indonesia? Di Indonesia yang sudah merdeka selama 68 tahun ini saya melihat ada pola yang mirip sekali dengan cerita di atas. Kita Bangsa Indonesia adalah negara yang tidak memiliki kemampuan teknologi maupun modal sehingga jelas kita bukanlah pemilik modal. Dan seperti yang kita tahu salah satu sumber devisa negara kita adalah TKI yang notabene adalah pekerja, dengan kondisi ini saya ambil kesimpulan bahwa kita adalah bangsa buruh. Untuk meyakinkan anda maka saya ambil contoh lain. Indonesia terkenal sebagai negara pengekspor bahan mentah (lagi-lagi untuk mendapat devisa) dan pengimpor barang jadi. Apa yang dapat kita simpulkan? Indonesia karena tidak memiliki teknologi, dan modal, (meskipun mungkin memiliki keahlian) terpaksa menjual hasil buminya untuk kemudian diolah oleh negara industri untuk kemudian dipasarkan kembali ke Indonesia dengan harga yang berlipat ganda. INI ADALAH PENJAJAHAN MODERN SECARA EKONOMI. bila kondisi seperti ini terus berlanjut maka bukan tidak mungkin Indonesia akan terus berada di bawah dominasi negara-negara pemilik modal (yang berkepentingan dan mungkin sekali mempermainkan pasar). Di tatanan dunia bisa jadi Indonesia digolongkan sebagai bangsa buruh (proletar). Bila keadaan terus berjalan seperti ini dan terjadi ketidakpuasan yang meluas di Negeri kita bukan tidak mungkin suatu hari nanti akan pecah suatu revolusi di Indonesia. Maka mari kita renungkan, sudahkah Indonesia merdeka? mari kita bangkit dan menjadi bangsa yang mandiri, kuat, dan disegani.

“…lebih baik Indonesia tenggelam ke dasar lautan daripada menjadi embel-embel bangsa lain" -Muhammad Hatta-

Friday, August 2, 2013

99% akankah itu berarti?

Seorang anak laki-laki berpamitan pada kedua orangtuanya, seraya menghidupkan kuda besinya yang telah tua namun masih prima. Bak seorang ksatria dia melangkah dengan gagah dan penuh optimis untuk meraih kemenangan di medan laga. Diiringi do'a restu dari kedua orangtuanya disertai titipan salam dan bekal perjalanan, si anak laki-laki akhirnya memacu sang kuda besi. Berangkatlah ia menuju medan laga yang dimaksud.

Di perjalanan, segala rintangan dilaluinya. Hewan-hewan buas penguasa jalanan dilewatinya dengan mudah hanya dengan bermodalkan kuda besinya yang telah usang namun setia. Aral rintangan tidak ia rasakan, yang ada hanya bahagia mengingat imbalan yang akan ia dapat dari hasil perjalanan ini. Setelah sampai di kota persinggahan, si anak laki-laki ini berhenti di suatu kedai untuk membeli peti untuk mempercantik "bekal perjalanannya", bekal ini sejatinya adalah hadiah yang akan ia berikan untuk PUTERI dari kerajaan seberang. Singkat cerita hadiah tersebut telah siap dan cantik, dalam pertimbangan si anak laki-laki hadiah tersebut sudah layak untuk ia berikan pada sang puteri. Meskipun hadiah itu tak cukup cantik untuk menandingi kecantikan sang puteri yang akan ia temui. Setelah yakin hadiah siap untuk dipersembahkan, sebelum meneruskan perjalanan, si anak laki-laki mengirim pesan melalui ilmu telepatinya pada sang puteri bahwa ia akan segera menuju istana keluarganya. Pesan pun berbalas dengan ucapan konfirmasi dan do'a dari sang puteri.

Si anak laki-laki pun melanjutkan perjalanannya. Rintangan di perjalanan telah ia hadapi, teriknya panas matahari di perjalanan tak jadi masalah, itu tak sebanding dengan "pelatihan" yang telah dijalani si anak laki-laki di gurun pasir nun jauh disana. Dimana berasalnya hadiah yang akan ia persembahkan kini. Semerawutnya hutan rimba beton dijalaninya dengan santai, semua seolah tak ada apa-apanya hingga kemudian ia menemui jalan yang ramah dan tanpa hambatan, sunyi dan menyejukkan, kota dimana istana yang ia tuju berada. Semakin dekat jarak antara dirinya dan tempat tujuan, semakin kegundahan menyelimuti fikiran si anak laki-laki ini. Rasanya seperti sihir, ia bisa tertawa sendiri di jalanan, ia bisa tiba-tiba sedih, ia bisa merasakan sesak di dadanya, bahkan ia bisa merasakan bahwa ia seperti sedang melayang, lupa dan hilang kendali atas kuda besi yang kini ia tunggangi. "Gawat! hampir saja nyawaku terancam" batin si anak laki-laki. Di perjalanan pikirannya kalut, kadang kosong, kadang sibuk sekali. Sihir semacam ini sulit sekali dijelaskan, tapi orang-orang kebanyakan lebih sering menyebut gejala sihir seperti ini dengan nama CINTA.

Beratnya perjalanan baru ia rasakan kini, semakin dekat dengan istana semakin kuat sihir itu ia rasakan. Ia teringat akan perkataan Ayahnya sebelum berangkat. "Nak, apa yang telah kamu persiapkan sebelum berangkat ke sana?" hmm ia kebingungan, ia "hanya" membawa bekal perjalanan, sang kuda besi, dan seragam tempur terbaiknya, meskipun ia merasa cukup tapi entah mengapa masih ada perasaan ragu di dalam dadanya. Baiklah setelah sang Ayah mengetahui kondisi si Anak laki-laki sudah ia rasa siap, lalu pertanyaan berikutnya meluncur. "Jika kamu bertemu Sang Raja di istananya lalu apa yang akan kamu lakukan? apa yang akan kamu bicarakan disana?" pertanyaan yang tak pernah dapat ia jawab dengan jelas, "lihat saja nanti." jawabnya seolah penuh percaya diri. Pikiran kalut ini hampir saja membuat si anak laki-laki memutar balik haluannya, namun bayangan manisnya senyum sang puteri yang telah lama tak ia jumpai menggugurkan kegundahan hatinya. Senyuman yang senantiasa mengisi fikiran si anak laki-laki kemanapun ia berkelana, senyum yang membuatnya selalu kembali ke kota dimana mereka pertama kali berjumpa dahulu. Namun serangan sihir itu rasanya tak habis-habis. Setelah membuat kalut fikirannya, kini serangan sihir itu menyesatkan si anak laki-laki, ia baru menyadari bahwa rute perjalanan yang ia ambil salah. Menyimpangkannya dari tujuan semula. Untung belum terlambat sebelum ia masuk ke hutan rimba yang buas dengan segala penghuni yang ada di dalamnya. Hal ini cukup menggangu, membuat si anak laki-laki cukup kelelahan. ia memutar jalan lalu kembali pada rute yang seharusnya. sang kuda besi masih terus berpacu, melewati medan berbatu yang berbukit-bukit dan melelahkan, untungnya tak ada hambatan lain lagi yang terlalu berarti. Istana rasanya semakin dekat, si anak laki-laki merasa semakin janggal, kini dadanya berdetak-detak kencang sekali, nafasnya terasa sesak, pandangannya mulai kabur dan nyaris kehilangan kesadarannya. Ia mencoba bertahan, pengaruh sihir itu semakin kuat! atmosfir udara di sekitarnya terasa semakin menipis, nafasnya semakin memburu, namun hanya demi bertemu sang puteri, sihir sekuat apapun akan ia lawan, rasanya hidupnya takkan berarti bila tanpa sang puteri ada di sisinya. Di tengah kesadarannya yang semakin menipis, si anak laki-laki masih terus memacu kuda besinya, hingga ia lihat gerbang istana yang ditujunya. Maka terasa berhentilah nafas dan detak jantungnya.

Si anak laki-laki ini merasa bahwa disinilah pusat radiasi sihir itu memancar, rasa hilangnya harapan hidup merasuki rongga dadanya yang terasa hampa udara, sesak berganti sensasi aneh di dada, jantung hatinya seolah meloncat-loncat beterbangan kesana kemari seperti seekor kupu-kupu di taman bunga. Apa yang membuatnya begitu gentar? Ia merasa bukan siapa-siapa, apa tujuannya menempuh perjalanan kesini? apakah ia seorang bangsawan yang merasa pantas untuk memasuki kehidupan kalangan istana? apakah ia seorang yang memang cukup pantas bahkan untuk menghadapkan wajahnya pada sang putri? ia hanya orang biasa! Fikirannya bergulat dengan sengit, tapi toh bukankah semua diri kita ini sama saja? dari manapun kita berasal, apapun latar belakang kita, warna kulit, ciri fisik, suku, budaya, maupun bahasa yang kita gunakan, apakah hal itu akan menjadi penghalang bagi perasaannya pada sang puteri? seharusnya semua adalah sama rata di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, dan hanya dengan izin-Nya lah semua hal dapat terjadi. lamunan panjang lebar ini kemudian terpecah ketika pintu gerbang istana terbuka. Tak tanggung-tanggung sang puteri sendiri yang membukakannnya, si anak laki-laki tahu itu, ia sempat menangkap sorot mata sang puteri sebelum ia merasa malu sendiri hanya demi menatap mata seorang gadis yang ia kagumi itu, si anak laki-laki kemudian tersenyum kecil sebelum tertunduk malu. Ia lalu melanjutkan memarkir kuda besinya. Akhirnya ia sampai juga di tempat tujuan setelah perjalanan yang panjang berliku.

Ucapan salam terucap dari mulut si anak laki-laki. Salam bersambut balasan salam dari suara lembut sang puteri, hadiah yang ia bawa kemudian diserahkan pada Paduka Ratu, tak lupa ia sampaikan salam dari kedua orangtuanya. Ucapan terimakasih, ucapan salam balik dan pembicaraan singkat mengalir sebelum kemudian dilanjutkan pada pembicaraan dengan sang puteri, pembicaraan yang ia nantikan sejak lama. Sepasang bola mata yang nampak berkilauan membuat si anak laki-laki menunduk malu beberapa kali. Ada rasa bahagia yang terpercik di dalam dadanya, meskipun suasana di istana tak seperti skenario awal yang ia fikirkan, kesempatan untuk melepas rindu cukup membuat dirinya bahagia. Waktu tak terasa berlalu, meskipun rasanya singkat dan tak ingin untuk mengakhiri pertemuan ini, namun waktu jugalah yang memisahkan. Sang anak laki-laki kemudian berpamitan pulang, pertanyaan-pertanyaan singkat pun hinggap di hatinya seperti rintik-rintik hujan. Akankah semua ini sia-sia? Apakah ini hanya permainan saja? Akankah semua ini membuahkan hasil? Akankah kami dipersatukan? Apakah ia dapat merasakan apa yang aku rasakan? Apakah ia yang akan menjadi pendampingku saat aku bukan lagi hanya sebagai si anak laki-laki?" pertanyaan yang tiada henti tak dapat ia tampung lagi, yang jelas ia telah mengusahakan semuanya yang ia mampu. 99% telah ia kerahkan untuk memperjuangkan perasaannya, 1% lagi yang paling vital hanya dapat ia sampaikan melalui do'a-do'a yang terselip rasa rindu di dalamnya. 1% yang akan mengisi dan menggenapi semua rangkaian cerita hanya dapat diisi dengan izin dari Yang Maha Kuasa.

Di perjalanan pulang, dalam langkah kuda besinya, dalam senyap si anak laki-laki berdo'a. "Tuhan, Engkau telah memberi aku nikmat dan karunia dengan membiarkan aku berusaha dan berencana. Pada akhirnya Engkau jualah yang menentukan hasilnya, apapun yang Engkau berikan padaku aku yakin itu adalah yang terbaik, hanya saja berikanlah hamba-Mu ini kesempatan untuk berusaha dan berencana lebih jauh bersama ia yang telah hamba pilih."

Wednesday, January 30, 2013

cihampelas

cihampelas itu aku
cihampelas itu kamu
cihampelas itu tentang kita
cihampelas itu cinta

walau disana pernah ada perkara
disanalah kita tumbuh dewasa
bilakah aku boleh bermimpi, akan kubeli cihampelas, untuk aku, untuk kita

memaksa?

Belum habis liburan ini, belum kembali aku pergi, belum hilang rasa manis pertemuan kemarin, rasa itu sudah hinggap kembali. perasaan ini sangat berbahaya! dia membuatku berfikir ulang tentang dirimu, mengkritisi semua tindakanmu, bahkan terkadang menghapus kenangan indah bersamamu, walau sekejap saja kenangan itu hilang lalu berganti rasa perih. Dia bernama "ragu", dia selalu mempertanyakanmu, dia seringkali memepengaruhiku. suatu hari aku merasa kamulah yang terbaik! tak sedikitpun aku terpaksa mencintaimu, meski kau tidak sempurna, bagiku itu adalah peluang untukku melengkapimu, tapi terkadang dia hadir! dia yang bernama ragu, entahlah aku yakin di dalam dirimu masih banyak hal indah yang belum ku-jumpai dimana hal itu mungkin menungguku untuk bertemu. Tapi semua perlu proses, termasuk kekurangan kita yang belum juga tertutupi, tapi sampai kapan aku harus menunggu? hal itu membuatku ragu, perlukah aku memaksamu agar menjadi yang ku-mau? tapi kau bahkan tak memaksaku untuk mencintai dirimu. Lalu siapa aku? sebagai apa aku berperan? dan apa yang harus aku lakukan? entahlah dia memang kadang hadir, membuatku bertanya tentang dirimu. Apakah aku memaksa? apakah kau merasa terpaksa?

memaksa? atau menerima? terasa berat, sama saja.

Saturday, November 24, 2012

here and there

today  realized, maybe there is someone out there, a woman that would fit me so much in every aspect. the only problem is i'm here and she is there out of nowhere maybe i don't even know who is she. even if i know her there is another problem, maybe she would not know who am i, just like i don't know myself.
the main problem is, maybe i have waste my whole life with much useless thing which is making me feel so bad. all of those fucking thing left me with no confidence to do anything.

that is NOT a point! i have to look around. here not somewhere out there. i still have a parent, family, someone special, a good friend, mentor, everything! they supported me, motivating me to do my best! they believe in me, why would i complaint so much? the only thing i have to do is look around, anyway i still have much time to change my life, to do what i supposed to do! to reach everything that i wanted! i'm so young, i'm full of chance, i would not die in vain

Saturday, November 10, 2012

DEADLINE, EYANG, dan 10 NOPEMBER

deadline

bismillah, yaa Allah kuatkan saya untuk dapat menulis, dengan niat yang lurus, dengan hasil yang suci dan memotivasi.

hari ini saya mendapat pelajaran, saya perlu membuat deadline saay sendiri, mematuhi, dan melaksanakannya, menekan ego, bekerja sebelum menikmati hadiah, dan tak lupa memurnikan niat.

hari ini di hari pahlawan di kota pahlawan di kampus perjuangan, saya bertemu bapak teknologi indonesia, kemudian mengambil madu fikiran beliau di tengah kegalauan saya akan studi saya di kampus. pulang ke asrama dengan perasaan lelah namun hati senang. kemudian mengobrol dengan supervisor yang ternyata memiliki riwayat hidup di luar dugaan, saya merasa seharusnya saya bisa lebih baik. Saya teringat, mungkin saya terlalu banyak menyia-nyiakan waktu dan potensi di sekitar saya. saya teringat mentor saya, betapa saya sering menyia-nyiakan beliau. astagfirullah...

hari ini penuh dengan catatan sejarah bagi saya, suatu hari pada tanggal 10 november 2009 ada pertanyaan yang mengisahkan hidupku dengan seorang gadis "apa makna hari pahlawan bagimu?" suatu kisah yang kini menyeruak kembali, kisah yang melibatkan aku, sahabatku, dan 2 orang gadis. Hari ini semua itu menjadi satu, 10 November dengan hari pahlawan dan gadis putih, bertemu dengan sahabatku seorang manusia super yang ternyata memiliki tanggal lahr sama dengan supervisorku yang juga super, aku dan 10 okober, dan pendamping hidupku dengan 10 agustus hakteknas dan b.j. habibie entahlah, aku hanya senang mengait-ngaitkan, dan kebetulan semua ada kaitannya.

suatu hari catatan ringkas ini ingin aku kembangkan menjadi suatu tulisan panjang, pasti akan seru. hari ini b.j. habibie menjadi EYANG kami pada tanggal 10 NOPEMBER"

DEADLINE, EYANG, dan 10 NOPEMBER :)

Monday, October 29, 2012

konstruksi

Pernahkah anda melihat pesawat terbang? kapal laut? mobil? motor?
Tahukah anda bahwa semua benda itu dibuat dengan menggunakan perhitungan?
Sebagai mahasiswa perkapalan maka yang saya ketahui adalah aturan-aturan yang dibuat sedemikian rupa sehingga kapal laut dibuat sesuai aturan tersebut.

Lalu kenapa aturan-aturan tersebut diciptakan? berdasarkan pengalaman dan perhitungan tertentu aturan itu dibuat untuk keamanan kapal tersebut. Konstruksi kapal sangatlah vital, kuat dan tidaknya kapal, stabil dan tidaknya kapal, efisien dan tidaknya kapal, serta memungkinkannya atau tidak bagi suatu kapal untuk diinspeksi dan diperbaiki, semua itu tergantung pada konstruksinya. Kawan, ini adalah ciptaan manusia, dan manusia memberi aturan yang sebegitu ketatnya demi kebaikan kapal itu sendiri.

Bagaimana Allah SWT menciptakan manusia? pasti telah ada standarnya! ya! pasti! konstruksi jiwa dan raga, fikiran dan perasaan, otak dan hati, pasti telah ada perhitungannya, dan pasti sangat cermat! sesuai dengan fungsi kita sebagai khalifah di muka bumi. Hanya saja, suatu konstruksi pasti perlu servis rutin, bila ada kerusakan pasti perlu perbaikan juga. Kapal yang platnya sudah tipis, secara mekanika akan menjadi lebih rentan dan memungkinkan platnya tidak mampu menanggung gaya baik external maupun internal, hingga dapat terjadi kebocoran. Kalau sudah bocor siapa yang repot? pemilik kapal kan? bocor masih mungkin diperbaiki, bila karam? habis perkara! Nah begitupun manusia, pasti perlu diservis, diperbarui, bahkan diupgrade. Allah pasti telah menetapkan caranya, yang saya yakini Islam adalah Institusinya, dan ibadah yang ada di dalamnya adalah bentuk paket servis yang harus kita jalani demi kebaikan kita sendiri. Kalau kita "rusak" yang rugi siapa? ya diri kita sendiri kan?

Nah kawan, kalian pasti tahu bahwa Allah adalah yang menciptakan alam semesta dan pastinya dengan perhitungan juga, sesuai janji Allah, Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan ummatnya, jadi saya asumsikan tidak ada rasa sakit yang terlalu berat untuk ditanggung, konstruksi kita telah dihitung sedemikian rupa, begitupun "test" yang harus dijalani, dan tidak ada harga yang terlalu mahal untuk membayar biaya servis, karena bila kita rusak tamatlah riwayat kita.

Tuesday, October 16, 2012

Berfikir

B.J. Habibie salah satu putra terbaik bangsa Indonesia belakangan ini sedang sangat digandrungi oleh fikiranku, seolah menjadi role model, menjadi jawaban akan banyak pertanyaan bagiku. Energi liar yang ada di tubuhku seolah terpacu dan tertantang. Banyak hal yang aku pelajari dari Mr. Habibie ini, berawal dari membaca buku Habibie dan Ainun yang merupakan kisah cinta romantis yang real dan menginspirasi, aku semakin mengetahui tentang Habibie. Kujadikan ia rle modelku, tentu harus realistis, tak mungkin langsung bisa seperti beliau. Minimal IPSku semester ini 3,2 sederhana saja, orang lain bisa kenapa aku tidak? bagaimana bisa melewati jejak Bapak Habibie bila tantangan sekecil itu saja tak dapat kuatasi.

Semakin penasaran maka aku mencari berbagai video Pak Habibie, ada satu hal yang aku catat. Bila beliau ditinggal di suatu ruangan sediakanlah beliau alat tulis dan kertas, maka beliau akan tenggelam dalam kesenangan berfikir dan memecahkan permasalahan dalam sebuah permodelan matematis. Jika tidak, ia berenang, dengan berenang peraliran darah berjalan baik dan suplai oksigen ke otak naik, disinilah beliau sering mendapat inspirasi. Intinya penuhi kebutuhan berfikir itu dengan menulis, atau mengerjakan persoalan apapun, selain itu juga berolah-ragalah!

Usia beliau mungkin jauh lebih tua dariku, tapi jiwa beliau mungkin memiliki gelora semangat masa muda yang lebih besar dariku. Dengan melihat cara berbicaranya saja lewat video aku begitu yakin beliau adalah cerminan dari manusia yang cerdas, rasional, teliti, detail, rinci, dan optimis! benar-benar role model idamanku, selain itu beliau juga agamis. Mungkin saja beliau bukan seorang ustadz yang memahami berbagai dalil. Tapi tiap orang punya fungsinya, dan Allah pasti telah membuatkan perannya masing-masing. Aku, mungkin sama seperti Bapak Habibie, bukan orang yang memahami banyak dalil agama, tapi yang perlu dicatat, kami sebagai pengonsumsi dari fikiran-fikiran agamis dan memiliki nalar untuk menilai rasanya sama-sama menyadari kepentingan dan keutamaan agama dalam kehidupan kami. Bedanya aku masih muda, baru mengunjak usia 19 tahun dan aku masih memilii banyak peluang  untuk berkembang.

Bagaimanapun bila aku mau bekerja keras aku bisa se-sukses beliau, pilihannya singkat, mau atau tidak! anggaplah Allah memberi aku waktu hingga umur 69 tahun, aku masuh memiliki setengah abad untuk berkembang. Habibie bilang, tidak ada guru saya yang paling top! otak saya yang paling top! maksudnya dia akan terus berkembang dan melewati guru-gurunya seterusnya selama ia masih hidup. Tugasku sekarang adalah meningkatkan kualitas diri sehingga menjadi manusia yang kompeten dan memiliki daya saing. Kerja keras kunci sukses, Gajah Mada dengan "sumpah palapa"nya, Habibie dengan "sumpahku"nya, aku juga tak mau kalah akan kutulis sumpahku sendiri. 

Memenuhi kebutuhan berfikir!

Tuesday, October 2, 2012

hari ke-11 ?

Cintaku, aku sempat pergi sekejap, entahlah, mungkin memang sedikit sibuk, aku sedikit lupa juga sekarang hari ke-berapa. Tapi bukan itu intinya! Cintaku, makin hari rasanya aku makin yakin bahwa Tyas adalah dirimu. Entahlah kenapa, kemarin aku telah membuka sedikit rahasiaku yang agak dalam, dan berkenaan langsung dengan dia, tapi ia dapat bereaksi dengan tenang. Seperti biasanya, ia tenang. Menghanyutkan perasaanku, aku yakin sekali ia begitu sayang padaku sebagaimana aku sayang padanya, tapi cinta, aku terkadang malu, bagaimana bisa gadis seperti ia begitu menyayangiku. Ternyata ia punya jawabannya, yaitu "karena aku mencintai dia" aku meleleh seperti mentega yang dilemparkan ke wajan panas. Haha kemarin aku mengutarakan ia pantas mendapat yang lebih baik! Ia berkata "kalo gitu kamu haris jadi lebih baik!" Meskipun terkadang ia sedikit menyebalkan, tapi ia seorang yang penyayang, entahlah, mungkin cara ia memperlakukanku agak berbeda dibandingkan yang aku harapkan, tapi entahlah, hari-hari ini aku merasa bahwa ia begitu tulus. Meski sebalumnya sempat bertengkar, tapi kini kami telah rekat kembali. Ya Allah lindungilah kami, berilah kami jalan terbaik. Bila "secepatnya" adalah jawaban terbaik, maka mudahkanlah Ya Allah, bila aku masih harus "menunggu" berilah kami kekuatan Ya Allah... Hamba-Mu ini lemah, tiada daya dan upaya kecuali atas izinMu Ya Allah... Aamiin

P.S. I Love You

Sunday, September 30, 2012

Hari ke-9

Hari yang berakhir bahagia... Cintaku, mungkinkah itu kamu? hatiku menghangat ketika kamu berucap aamiin :)

Saturday, September 29, 2012

Kangen

Entah energi macam apa yang tengah menyelimuti hatiku ini. Rasa yang sangat berdebar-debar. Sebuah pergolakan batin yang tak biasanya terjadi. Sebuah pilihan sederhana yang entah kenapa kemudian tiba-tiba menjadi rumit. SMS atau tidak begitulah berulang-ulang. Aku ingin mengiriminya pesan. Hanya tuk sekedar menanyakan kabar. Apakah ia baik-baik saja disana? tapi entahlah jiwa ini dipenihi perlawanan. ada satu suara yang paling kuat. Ia berkata bersabarlah, tahan dirimu, tunggulah,mudah-mudahan ia bisa menjadi milikmu.

Hari ke-8

Cintaku, hari ini aku belum juga menulis, aku bingung. Apa yang akan aku tulis? hari ini aku terlalu banyak berfikir hal yang tak penting. Aku ingin menulis suatu tulisan yang berguna, namun itu sulit. Tapi aku akan mencoba.

Teruntuk kamu, yang aku sayang. Kamu tahu? aku berharap sekali kamu membaca tulisan ini. kamu tahu, kita sudah terlalu dekat belakangan ini. Namun baru saja beberapa hari yang lalu kita akhirnya bisa memilih jalan kita masing-masing. Jalan yang kita ambil kini adalah jalan yang terbaik. Izinkan aku bercerita.

Kita sudah terlalu dekat dan entah kenapa jiwa dan ragaku semakin lama semakin ingin dekat denganmu. Masalahnya kita ini belum siapa-siapa. kamu harus bersyukur kita bisa mengambil jalan kita masing-masing. Jujur saja belakangan aku sering gelisah. Kamu terlalu indah dan aku terlalu menginginkanmu, cinta yang kurasa memang tulus, tapi insting mulai menuntunku, hal yang bersifat biologis dan alamiah mulai muncul. Entahlah, mungkin orang menyebut ini sebagai hasrat. Aku sering gelisah bila memikirkan itu. Aku tidak mau melakukan hal yang aneh. Namun ada sisi lain di jiwaku yang seolah-olah mendukungku sepenuhnya. Berawal dari hal sederhana saja, aku ingin merasakan eratnya genggaman tanganmu. Entahlah, apa itu pernah terjadi? aku sedikit bingung. Aku ingin bercanda dan bermanja-manja denganmu, yang satu ini aku yakin sekali pernah terjadi. Lalu aku juga ingin mendakapmu, merasakan hangatnya kasih sayangmu, aku pernah mengatakannya beberapa kali. meski tersirat. Ini membuatku khawatir. Aku tak tahu, bila insting membawaku lebih jauh.

Meski begitu untungnya engkau adalah gadis yang cerdas, sabar, dan kuat. Aku beruntung. Tidak! tepatnya kita beruntung. Sayang, aku masih menyisakan tempat di hatiku untukmu, namun aku harap tidak sekarang kau isi. Jangan bersedih. Akan ada saat yang tepat dan indah bagi kita bila memang kita tercipta untuk satu sama lainnya. Sayang, bila kamu telah membaca tulisan ini, berilah aku tanda, tanda yang cukup jelas, Aku ingin memastikan kamu telah membacanya. Aku tak ingin kamu ketakutan karena pengakuanku. Aku tahu kamu mampu bertindak tenang. Tapi kali ini aku mohon berilah petunjuk bila kamu telah membaca ini. Karena aku sayang kamu :) 

Thursday, September 27, 2012

Quotes Of The Day

Bagi tiap Imam, akan ada Ma'mum yang baik baginya.
Bagi tiap Lelaki akan ada Wanita yang baik baginya.

Tak Dapat Kumengerti

Hari ini aku bertemu teman lama. Ia adalah sebuah kalimat. Banggalah menjadi diri sendiri! begitulah bunyinya. Tapi ia adalah teman yang tak dapat kumengerti. Karena selalu ada perlawanan di dalam diriku. Sebenarnya aku ini siapa? dan aku harus bangga menjadi apa?

Haruskah aku bangga menjadi seorang pemikir fasis sosialis yang selalu berangan tentang negeri yang berjaya di bawah pemerintahan otoriter? atau haruskah aku bangga sebagai diriku yang selalu mencoba belajar mendalami Islam? Haruskah aku bangga menjadi seorang yang gemar melontarkan guyonan jorok? atau haruskah aku bangga menjadi seorang yang mampu tampil tanpa emosi? Haruskah aku bangga menjadi seorang pecinta wanita? atau haruskah aku bangga sebagai hal-hal lainnya.

Aku bahkan tak tahu siapa diriku. Tidak! aku menolak keberadaab diriku, entahlah, semacam diriku yang satunya, entah benar atau tidak, tapi fikiranku selalu bercabang.

Hari Ke-7

Cintaku, genap seminggu hari ini kujalani hidup tanpa seseorang yang sampai saat ini masih kuharapkan bahwa dia adalah dirimu. Tak apa, Tuhan pasti punya rencanaNya, pasti ini yang terbaik untuk kami.

Oiya hari ini aku sudah mengirim 4 draft pkm, dengan 3 lainnya yang dikerjakan teman-temanku. jadi totalnya 7! Alhamdulillah, mudah-mudahan lolos semua dan jadinya 70 juta rupiah + medali pimnas dan ukm mandiri ;) haha bermimpi boleh saja kan? :p cintaku, hari ini aku sedang malas bercerita. Nanti bila kita bertemu, pastikan gilirannya kamu yang banyak berceloteh :D

P.S. I Love You

Wednesday, September 26, 2012

Hari Ke-6

Cintaku! Sudah hampir seminggu! kapan kamu akan datang? jangan terlalu lama, aku sudah terlalu merindukanmu :p

Hari ini sibuk! pagi2 kajian, lalu memberi pengarahan pada adik mentor PKM, dilanjut menulis cerpen, puisi, dan hutang cerita padamu kemarin malam. Masih ada lagi, kemudian asistensi Tugas Rancang Garis, Lalu Melanjutkan menulis cerpen, kembali ke asrama, menjadi pengisi acara untuk bedah buku, lalu ikut pre-test pelatihan autoCAD tingkat lanjut yang dikhususkan untuk grader, lalu pulang, lalu menulis lagi. Cintaku hari ini laporanku singkat saja, sebenarnya sekarang pun aku masih dikejar deadline pengumpulan PKM besok! aku harus kebut mengerjakan PKM! haha dadaah cintaa doakan aku sukses ;)

P.S. I Love You

Cawan yang tak berarti


Hari ini aku datang mengetuk pintumu
Cawan kesetiaan masih di tangan
Aku berharap kau akan mengisinya dengan cinta...
Akhirnya kau buka pintumu
Tapi kau pecahkan cawan
Hanya tuk sejenak tertawa
Kemudian kita menghilang...
Dalam ego dan kesendirian...

Hari ke-5

Pagiii :D Cinta, maaf semalam aku tidak bercerita, aku begitu lelah hingga tertidur, maaf ya

Sebagai gantinya pagi ini aku akan bercerita padamu.

Kemarin aku kuliah hambatan dan propulsi! Bersama Professor Hidrodinamika! Kamu tahu? hari itu menjadi sangat memorable. Sebelumnya aku harus memberitahumu, seminggu sebelumya aku telah menulis cerpen, sebagai ungkapan rinduku pada seseorang yang sangat kusayangi, tepat seminggu yang lalu, sebelum semuanya berubah 2 hari kemudian. ini cerpennya cinta :) Cerpen : Tak Sekedar Cerpen. Mungkin kamu ingin tahu mengapa hari itu aku begitu merindukannya? Mengapa hari itu aku terinspirasi untuk membuat cerpen? Begini, hari itu aku sangat merindukannya, dan aku juga tak tahu mengapa. Lalu untuk mengalihkan fikiranku aku memilih untuk pergi ke perpustakaan. Tapi ternyata hal itu malah menambah kerinduanku, di perpustakaan yang tenang aku malah semakin nyaman memikirkan dirinya, aku bahkan berkhayal bila suatu hari nanti bisa bermain-main disana dengan dirinya. 

Tak ingin buah fikiranku sia-sia aku berniat menuangkannya dalam bentuk tulisan. Dengan harapan suatu hari nanti ia akan membacanya dengan senang hati, sambil tersenyum, karena aku sangat menyukai dirinya saat tersenyum. Cintaku, kamu tak perlu cemburu, aku hanya menceritakan masa lalu. Aku bahkan tak tahu apa yang dia rasakan kini, yang aku tahu aku merasa ia tak lagi menyayangiku. Nah kita lanjutkan. Begitulah cerpen itu aku buat, tiap detik yang kujalani hari itu begitu lekat dengan segala memori tentang dirinya.

Cintaku, hari ini pun begitu. Aku tak bisa berhenti memikirkannya, meski begitu fikiranku tak seperti biasanya, tak sepenuhnya rasa sayang yang menyelimuti otakku ini. Aku merasa bodoh telah begitu menyayangi seseorang yang nampaknya tak menganggapku cukup berharga. Ah sudahlah, aku tak mau menggunjingnya, lebih baik aku berfikir positif saja. Mungkin aku yang salah karena aku tak cukup baik bagi dirinya. Cintaku, dua hari belakangan ini mungkin terasa menyebalkan bagimu, maafkan aku. Tapi aku perlu menceritakannya. Mungkin kamu bosan aku terus menyebut dia, dia, dan dia. Tapi aku perlu seseorang yang mau mendengarkanku. Kuharap itu adalah dirimu Cintaku. Karena aku tak bisa memilih orang yang tak bisa mendengarkanku.

P.S. I Love You

Monday, September 24, 2012

Hari ke-4

Malam cinta :)

Hari ini menyenangkan! ya begitulah! pagi-pagi sekali asrama kami mengadakan shalat tahajjud berjama'ah, how refreshing :D seselesainya aku shalat aku berjalan keluar, menghirup udara segar. sambil mencari sahur, hari ini senin! shaum sunnah lumayan kan? :) sambil jalan-jalan sendirian di tengah udara yang sejuk dan suasana yang sepi dan menentramkan hati aku terus berjalan, merenung, aku bersyukur bisa menjalani hari seperti ini, meskipun menyusuri jalan sendirian, tapi aku bahagia. Suasana seperti ini selalu mengingatkanku pada bulan ramadhan ketika aku masih kecil, saat Ayahku membawaku ke Mesjid, saat yang selalu aku rindukan. singkat cerita aku mendapat tempat untuk makan sahur, menunya nasi pecel plus ayam dan minumnya teh hangat! nikmat sekali meskipun tenggorokanku sebenarnya sedang sedikit sakit. aku melanjutkan perjalananku, mencari masjid terdekat menantikan shalat subuh.

Selesai shalat subuh aku harus kembali ke masjid asrama, ada kajian disana! Cinta tahukah kamu apa kajiannya? hari ini tentang kehidupan Rasulullah SAW setelah turunnya wahyu pertama, banyak sekali orang yang berperan dalam kehidupan beliau, yang paling penting yang aku tangkap hari ini adalah peran Siti Khadijah, digambarkan sebagai wanita yang tenang dan dewasa, sabar, dan yang paling dicintai Rasul. entah kenapa Cinta, hal ini mengingatkanku pada seseorang, ia begitu tenang, jelita, dan cerdas, namun aku sadar telah salah karena mendekatinya, kini aku mendapat akibatnya, aku mungkin tak akan pernah dapat memilikinya sebagaimana yang aku harapkan, karena aku telah memilikinya secara salah. SKIP! haha aku terbawa suasana! singkat saja! selesai kajian aku bergegas bersiap ke kampus! dengan baru mengerjakan setengah dari tugas dan juga belum membuat paper untuk ujian! mudah-mudahan dengan datang pagi aku akan dapat mengerjakannya.

Tugas Teori Aplikasi Optimasi (Terop) rampung! tinggal membuat paper untuk ujian TBK II, rasanya tak akan sempat, tapi tiba-tiba Pak Dosen Terop mengumumkan untuk mengumpulkan tugas namun tak ada kuliah hari ini! Cintaku aku tersenyum-senyum sendiri! artinya masih ada waktu untuk membuat paper! akupun berdiskusi dan mulai mengerjakan paper di ruang himpunan mahasiswa (HIMA), kamu tahu? hal ini seharusnya menjadi penting untuk diceritakan! tapi hari ini dompetku hilang! dan itu yang membuat semuanya menjadi terasa tak penting! aku menyadarinya setelah ujian TBK II, awalnya aku ingin ke medical center untuk memeriksakan tubuhku yang rasanya sedang melemah ini, sesampainya disana aku sadar dompet tidak di tempatnya, hatiku terasa remuk redam, uang, kartu atm, ktm, ktp, semuanya! lau foto! ya foto, hal ini membuatku bimbang seharian, foto itu sangat berharga bagiku, satu dari dua kenangan yang pernah ia berikan, meskipun sebenarnya lebih tepat bila aku meminta keduanya, kemejanya dan foto ini. dari situ tiba-tiba hari ini aku jadi terus memikirkan dia, Cintaku, mungkinkah dia itu dirimu? Aku tak sanggup lebih banyak lagi bercerita hari ini, dadaku terasa sesak, Cintaku maafkan aku, bila ternyata dia bukanlah dirimu, biarlah dia menjadi satu fase pendewasaan diri bagiku, jangan marah, ia akan memiliki tempat khusus di hatiku, sedikit saja bila ia ternyata bukan dirimu cintaku. Maafkan aku bagaimanapun ia telah mewarnai hidupku, aku ingin kamu mengerti :')

Hanya itu yang bisa kuceritakan hari ini :)

P.S. I Love You